Cara mendidik anak yang keras kepala butuh kesabaran ekstra.
Siapa yang tidak ingin punya anak penurut, cerdas, dan berakhlak baik.
Setiap orang tua tentu saja sangat mengharapkan agar putera puterinya
bisa tumbuh sehat dan menjadi dewasa dengan budi pekerti yang baik
supaya berguna bagi masyarakat banyak dan bisa berbakti kepada kedua
orang tua. Akan tetapi pada realitanya untuk mewujudkan harapan tersebut
tidak semudah membalikan telapak tangan.
Tidak sedikit anak yang justru tumbuh dengan memiliki watak yang keras kepala, susah diatur bahkan sikap serta perbuatannya banyak yang membuat malu keluarga. Jika ini yang terjadi, kemungkinan ada yang salah dalam cara mendidik anak sejak usia mereka masih dini. Salah satu contoh adalah sikap orang tua yang terlalu memanjakan anak-anaknya, dengan alasan karena terlalu menyayangi mereka. Apapun yang diinginkan anak selalu saja dituruti, bahkan jika anak berbuat salah orang tua terlalu lunak sebab merasa takut melukai perasaan anak tercintanya.
Tidak sedikit anak yang justru tumbuh dengan memiliki watak yang keras kepala, susah diatur bahkan sikap serta perbuatannya banyak yang membuat malu keluarga. Jika ini yang terjadi, kemungkinan ada yang salah dalam cara mendidik anak sejak usia mereka masih dini. Salah satu contoh adalah sikap orang tua yang terlalu memanjakan anak-anaknya, dengan alasan karena terlalu menyayangi mereka. Apapun yang diinginkan anak selalu saja dituruti, bahkan jika anak berbuat salah orang tua terlalu lunak sebab merasa takut melukai perasaan anak tercintanya.
Kebiasaan memanjakan anak tanpa batasan justru hanya akan membuat anak
menjadi egois, sombong, angkuh, dan berbuat semaunya sendiri. Jika hal
ini dibiarkan sampai anak tumbuh dewasa, maka sudah pasti sikap, watak,
dan kebiasaannya buruknya akan semakin sulit untuk dikendalikan. Karena
itu cara mendidik anak yang baik perlu dilakukan oleh orang tua sejak
usia mereka masih kecil, agar saat mereka tumbuh dewasa tidak menjadi
anak yang keras kepala.
Tips Cara Mendidik Anak Yang Keras Kepala
- Berikan anak perhatian dengan cara sewajarnya dan tidak berlebihan. Misalnya tidak selalu mengabulkan permintaan anak apabila yang diinginkannya ternyata tidak cocok dengan usianya. Contoh anak minta dibelikan Handphone mahal, sementara umurnya baru 8 tahun duduk dibangku kelas 1 SD. Sebaiknya berikan penjelasan agar anak bisa mengerti, dan arahkan dengan cara yang tepat. Jangan lantas karena jaga gengsi dihadapan orang tua anak yang lain, kemudian anda terpaksa membelikan apapun yang anak minta.
- Ajak anak Anda sesering mungkin untuk ngobrol bareng, sampaikan dan jelaskan apa saja yang baik dan tidak baik baginya. Berikan beberapa contoh hal tidak baik lalu perlihatkan seperti apa nanti jadinya jika ia melakukan hal tidak baik tersebut. Begitu juga sebaliknya, ceritakan sesuatu yang baik dan berikan anak bukti bagaimana hasilnya jika seseorang melakukan hal yang baik.
- Berusahalah untuk menjadi pendengar setia atas semua keinginan dan keluhan anak. Perhatikan cara bergaul mereka. Penting untuk Anda ingat! Bahwa anak balita usia antara 2 s/d 5 tahun adalah masa terbaik otak anak untuk menyerap apapun yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Jika anak di usia tersebut terbiasa lebih sering melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang sipatnnya tidak baik seperti (pertengkaran, kekerasan, kesombongan, pertikaian, dll) maka semua kebiasaan buruk tersebut cenderung lebih dominan mempengaruhi dalam membentuk karakter anak hingga ia tumbuh dewasa. Inilah kebanyakan yang tidak disadari oleh orang tua.
- Anak kurang kasih sayang. Poin ini juga lebih sering menjadi penyebab anak menjadi kerasa kepala. Karena kesibukan pekerjaan, kedua orang tua kurang memberikan kasih sayang berupa perhatian kepada anak-anaknya. Waktu mereka lebih banyak dihabiskan bersama pembantu, atau bermain di rumah tetangga. Lama kelamaan kebiasaan ini menimbulkan pemikiran buruk pada diri anak, sehingga ia menganggap kedua orang tuanya egois dan tidak mau menyempatkan diri berbagi waktu bersama. Kondisi kurangnya kasih sayang dan perhatian inilah yang akhirnya sering menjadikan karakter anak keras kepala dan susah diatur.
- Mulailah merubah kebiasaan buruk Anda, jika selama ini orang tua terlalu sibuk. Maka sekarang berusahalah untuk menyempatkan waktu berbagi bersama anak, dengan menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan putera puteri Anda tercinta setiap harinya, meskipun hanya beberapa saat. Ini penting untuk menumbuhkan keyakinan dan rasa percaya diri pada anak, agar mereka tau betul dan bisa merasakan langsung bahwa Anda sangat menyayanginya. Jadi jangan hanya mengatakannya saja kalau Anda menyayangi mereka, tapi buktikan dengan sikap dan perhatian anda yang nyata dengan cara menjalin hubungan dan komunikasi yang harmonis dengan anak-anak di rumah.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam cara mendidik anak yang keras
kepala, adalah kesabaran dari orang tua untuk tidak bosan menjelaskan
dan mengarahkan anak agar mereka mengerti betul mana yang baik dan mana
yang tidak pantas untuk mereka lakukan. Perhatikan juga lingkungan
dengan siapa dan dimana anak Anda bergaul setiap harinya, karena
lingkungan menjadi faktor terbesar yang juga berperan dalam membentuk
karakter anak. Jika anak lebih sering berada di lingkungan yang tidak
baik, maka kemungkinan besar watak dan karakternya juga cenderung
menjadi buruk ketika anak tumbuh dewasa.
No comments:
Post a Comment